Bayangkan kamu lagi scroll Instagram atau X, tiba-tiba muncul berita panas tentang seorang mantan artis cilik yang namanya dulu sering kita dengar di TV era 90-an. Namanya Maissy Pramaisshela, atau biasa dipanggil Maissy. Belakangan ini, rumah tangganya jadi sorotan karena isu yang cukup berat—dugaan perselingkuhan suaminya dengan pihak lain. Banyak netizen yang heboh, kasih dukungan, tapi juga ada yang judge sana-sini.
Tapi tahu nggak? Di tengah badai gosip itu, Maissy justru memilih diam dan fokus ke hal yang benar-benar penting buatnya: pendidikan dan keluarga. Dia nggak buru-buru klarifikasi panjang lebar atau balas dendam di medsos. Malah, lewat pernyataannya yang singkat tapi powerful, Maissy bilang terima kasih atas doa dan dukungan, sambil menegaskan komitmennya buat lanjut residen kedokteran dan jagain anak-anaknya.
Ini cerita yang relatable banget buat banyak perempuan di luar sana. Kadang, hidup nggak selalu mulus. Ada momen di mana kita harus pilih: ikut arus drama atau tetap pegang kendali atas prioritas hidup sendiri. Maissy kayaknya udah nemu jawabannya.
Siapa sebenarnya Maissy?
Maissy bukan nama baru di dunia hiburan Indonesia. Dulu, dia salah satu penyanyi cilik yang cukup populer di era 90-an. Suaranya yang merdu sering terdengar di acara anak-anak, sinetron, atau bahkan lagu-lagu hits waktu itu. Banyak yang masih ingat dia sebagai bocah berbakat yang ceria di layar kaca.
Tapi hidup berubah. Setelah dewasa, Maissy memutuskan tinggalkan gemerlap panggung. Dia pilih jalur yang beda banget: kuliah kedokteran. Bayangin, dari artis cilik jadi dokter! Itu nggak main-main lho. Butuh dedikasi tinggi, apalagi sambil membangun rumah tangga.
Maissy menikah dengan dr. Riky Febriansyah Saleh, seorang dokter spesialis ortopedi, sekitar tahun 2014. Mereka dikaruniai tiga anak laki-laki yang lucu-lucu. Maissy sering share momen keluarga di Instagram-nya, meski nggak terlalu sering. Foto-foto anak lagi main, atau sekadar cerita sehari-hari sebagai ibu. Terlihat bahagia dan sederhana.
Tapi tahun ini, nama mereka muncul lagi di berita karena isu rumah tangga yang ramai dibicarakan. Suaminya diduga terlibat hubungan dengan seorang dokter koas yang juga selebgram, bernama Cindy Rizap. Gosipnya menyebar cepat di medsos, lengkap dengan tangkapan layar chat, foto, dan opini netizen. Banyak yang kasihan sama Maissy, ada juga yang penasaran detailnya.
Maissy akhirnya buka suara, tapi nggak seperti yang orang harapkan. Dia nggak lempar tuduhan, nggak bikin live IG panjang, atau posting curhat emosional. Justru dia bilang:
- Terima kasih atas dukungan dan doanya
- Kondisinya sekarang sudah lebih baik
- Dia memilih fokus ke pendidikan residen dan keluarga
Sederhana, tapi kuat. Itu pesan yang bikin banyak orang salut.
Kenapa Maissy pilih diam dan fokus ke pendidikan?
Di dunia sekarang, rasanya susah banget buat orang publik nggak komentar saat digosipin. Tapi Maissy beda. Dia paham, menjawab setiap rumor cuma bikin drama makin panjang. Apalagi dia lagi jalani program pendidikan spesialis (residen) kedokteran—sesuatu yang super demanding.
Bayangin jadwalnya: pagi ke rumah sakit, malam belajar, sambil urus tiga anak kecil. Itu sudah berat tanpa tambahan stres dari gosip. Dengan memilih fokus, Maissy seolah bilang: “Hidupku bukan cuma soal isu ini. Aku punya tanggung jawab lebih besar.”
Ini juga pelajaran buat kita. Kadang, diam itu pilihan bijak. Bukan berarti pasrah, tapi mengalihkan energi ke hal yang bisa dikontrol: diri sendiri, karir, dan orang-orang tercinta.
Prioritas keluarga di tengah badai
Maissy punya tiga putra yang masih kecil. Mereka pasti butuh ibu yang stabil, bukan ibu yang sibuk urus drama medsos. Dengan memilih keluarga, Maissy menunjukkan bahwa anak-anak adalah prioritas utama.
Banyak ibu yang relate sama ini. Pernah nggak sih, di tengah masalah rumah tangga, kita malah lebih semangat karena mikirin anak? Itu kekuatan besar. Maissy kayaknya lagi pakai kekuatan itu sekarang.
Dia juga bilang ingin menjaga privasi keluarga. Nggak mau anak-anaknya terdampak gosip orang dewasa. Itu bijak banget. Anak kecil nggak perlu tahu detail drama orang tua mereka.
Perjalanan dari artis cilik ke dokter residen
Perjalanan Maissy inspiratif. Dari panggung hiburan ke dunia medis, itu transisi yang jarang orang lakukan.
Setelah pensiun dari dunia hiburan, Maissy kuliah kedokteran. Lulus, menikah, punya anak, lalu lanjut spesialisasi. Itu artinya dia rela tunda karir demi keluarga, tapi sekarang dia kejar lagi. Banyak yang bilang, dia bahkan sempat telat masuk PPDS karena fokus jadi ibu dan istri.
Ini bukti bahwa perempuan bisa punya multi-role: ibu, istri, profesional. Nggak harus pilih satu. Tapi ya, butuh timing dan dukungan yang tepat.
Di tengah isu ini, Maissy justru tunjukkan ketangguhan. Dia nggak menyerah pada pendidikannya meski lagi berat secara emosional.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari sikap Maissy
- Prioritaskan yang benar-benar penting Saat hidup lagi ribet, tanya diri: apa yang bikin aku bahagia jangka panjang? Buat Maissy, itu pendidikan dan anak-anaknya.
- Diam bukan berarti lemah Kadang, nggak respond itu strategi terbaik. Biar rumor mati sendiri.
- Keluarga adalah anchor Di saat guncang, keluarga (terutama anak) bisa jadi alasan kuat buat tetap kuat.
- Self-care termasuk lindungi mental Dengan nggak ikut drama, Maissy lagi lindungi kesehatan mentalnya sendiri.
- Perempuan kuat itu fleksibel Maissy bisa dari entertainer jadi dokter, dari single jadi ibu tiga anak. Adaptasi adalah kunci.
Banyak netizen yang dukung Maissy habis-habisan. Ada yang bilang, “Semangat ya sist, kamu pantas bahagia.” Ada juga yang doain rumah tangganya baik-baik saja. Dukungan seperti ini pasti berarti buatnya.
Kesimpulan
Di tengah ramai isu rumah tangga yang menerpa, Maissy memilih jalur yang tenang: fokus ke pendidikan dan keluarga. Itu bukan keputusan mudah, tapi sangat dewasa. Dia mengingatkan kita bahwa hidup nggak selalu tentang menang argumen di medsos, tapi tentang membangun masa depan yang bermakna.
Semoga Maissy dan keluarganya bisa melewati ini dengan baik. Dan buat kita semua, mungkin ini saatnya introspeksi: apa prioritas hidup kita sekarang?

